RSS

Selamat Datang, Sahabat

<p align=”justify”>Selamat Datang di Situs anak Bangsa, situs simple yang nantinya diharapkan berguna bagi nusa bangsa…

Semoga dengan dibuatnya Blog ini, nantinya dapat terjalin Hubungan Baik Silaturahmi entah itu terhadap para pembaca atau dengan saya sendiri selaku owner.

Blog ini di Buat kurang lebih pada tanggal 1 Mei 2011 pukul 20 : 40 WIB bertepatan dengan hari Buruh Nasional, untuk para buruh semoga hidup kalian semakin sejahtera dan pemerintah mau memberikan perhatian lebih buat kalian. Amin…

Nama Blog ini memiliki makna bahwasannya gus berasal dari nama saya aGus Fuad dan JNI berasal dari nama sebuah organisasi Islam di Kampus atau lebih tepatnya biasa disebut UKMI ( Unit Kegiatan Mahasiswa Islam ) yang bernama JNI yang berarti Jama’ah Nurul Iman.

Mungkin cukup sekian basa-basi ini Owner Blog sampaikan di pembukaan ini, semoga ke depannya blog ini dapat berkembang dan bermanfaat bagi saya pribadi dan kepada pembaca umumnya…</p>

Best Regards,

UKMI JNI

Advertisements
 
1 Comment

Posted by on May 1, 2011 in Uncategorized

 

Tags: , ,

Pemenang lomba artikel pangan HMPPI bulan agustus 2013

good articles

artikelpanganhmppi

Sebelumnya kami mengucapkan permintaan maaf karna keterlambatan pengumuman pemenang lomba dan kami juga mengucapkan selamat kepada pemenang lomba penulisan artikel pangan bulan agustus dengan tema ” Status Kehalalan Produk Pangan Import “

LABEL HARAM UNTUK PRODUK IMPOR

Oleh: Amar Ma’ruf

Institut Pertanian Stiper Yogyakarta (NIM: 13358)

Ditinjau dari berbagai dalil dalam Islam, berikut merupakan kesimpulan dari definisi “Halal”:

  1. Halal karena dzatnya. Artinya, benda itu memang tidak dilarang oleh hukum syara’, seperti nasi, susu, tempe, tehu dan lain-lain.
  2. Halal cara mendapatkannya. Artinya sesuatu yang halal itu harus diperoleh dengan cara yang halal pula. Sesuatu yang halal tetapi cara medapatkannya tidak sesuai dengan hukum syara’ maka sesuatu itu menjadi haram. Sebagaimana mencuri, menipu, dan lain-lain.
  3. Halal karena proses/cara pengolahannya. Artinya selain sesuatu yang halal itu harus diperoleh dengan cara yang halal pula. Cara atau proses pengolahannya juga harus benar. Hewan, seperti kambing, ayam, sapi, jika disembelih dengan cara yang tidak sesuai hukum…

View original post 653 more words

 
Leave a comment

Posted by on December 15, 2013 in Uncategorized

 

Blog yang keren

A Part of Journey

Atas kebaikan hati manajemenPT. Gunung Madu Plantationyang bersedia menerima Bidang Penelitian PTPN X mempelajari teknik persilangan varietas di sana pada awal tahun 2012, maka saat ini PTPN X sudah berhasil melaksanakan persilangan varietas tebu  yang dilakukan di Pusat Penelitian Gula di Jengkol, Kediri. Silakan baca tulisan Mempersiapkan Tebu Varietas Unggul pada blog ini.

View original post 185 more words

 
Leave a comment

Posted by on April 2, 2013 in Uncategorized

 

Tekstur Tanah

Hubungan Tekstur dan Struktur Tanah Terhadap Pertumbuhan Tanaman

[sam id=”3″ codes=”true”]

Kaitan hubungan tekstur dan struktur tanah terhadap pertumbuhan tanaman sangat erat. Ada hubungan timbal balik antara komponen satu dengan komponen yang lainnya. Pertumbuhan tanaman dapat dipengaruhi oleh tekstur dan struktur tanah.

 

Dalam keadaan tanah yang memiliki tekstur yang dominan pasir, maka daya ikat tanah terhadap air serta bahan organik lainnya kecil. Tanah dengan tekstur dominan pasir ini cenderung mudah melepas unsur-unsur hara yang dibutuhkan tanaman. Dalam keadaan tanah seperti ini, pertumbuhan akar tanaman akan berkembang dengan baik. Akar mudah untuk melakukan penetrasi ke dalam tanah. Drainase dan aerasi pada tekstur tanah dominan berpasir ini cukup baik, namun tekstur tanah ini cenderung mudah melepas unsur-unsur hara yang dibutuhkan tanaman. Tanaman akan sulit mendapatkan unsur hara, dan pertumbuhan tanaman akan terganggu.

 

Dalam keadaan tanah yang dominan liat, akar pada tanaman akan sulit untuk melakukan penetrasi karena keadaan lingkungan tanah yang lengket pada saat basah dan mengeras pada saat kering. Drainase dan aerasi buruk, sehingga pertukaran udara maupun masuknya unsur hara pada akar tanaman akan terganggu. Pada keadaan basah, tanaman sulit mengikat gas-gas yang berguna bagi proses fisiologi karena pori-pori tanah yang kecil tergenang oleh air (kecuali tanaman padi yang mampu beradaptasi di lingkungan yang tergenang air). Air pada tanah dominan liat ini tidak mudah hilang. Tanaman dapat mengalami kematian, karena kurangnya unsur-unsur yang dibutuhkan tanaman untuk melakukan proses-proses fisiologis yang semestinya.

Untuk pertumbuhan tanaman yang baik, tanah  dengan aerasi, drainase, serta kemampuan menyimpan air maupun unsur hara yang baik harus memiliki komponen pasir, debu, dan liat yang seimbang. Sehingga tanaman mampu tumbuh dalam keadaan yang optimal.

[sam id=”1″ codes=”true”]

Selain tekstur tanah, faktor lain yang memiliki kaitan yang erat dengan pertumbuhan tanaman adalah struktur tanah. Pada struktur tanah, terdapat berbagai macam komponen yang dapat mempengaruhi tumbuhnya suatu tanaman. Tanah mengandung berbagai macam unsur-unsur makro maupun mikro yang berguna bagi tanaman. Dengan struktur tanah yang mantap (terdapat bahan organik yang cukup, mikroorganisme yang menguntungkan satu sama lain, dan pori-pori tanah cukup baik), maka aerasi (pertukaran O2, CO2, maupun gas-gas lainnya di dalam tanah) akan mampu mencukupi kebutuhan tanaman terhadap unsur-unsur tersebut. Sehingga, tanaman mampu melakukan proses metabolisme dengan baik. Pertumbuhan tanaman juga dipengaruhi oleh agregat tanah (daya ikat antara partikel-partikel dalam tanah

 

Akibat tanaman yang mengalami pertumbuhan tersebut, ternyata tanaman dapat menyebabkan terjadinya pembentukan struktur tanah. Dengan adanya tanaman, agregasi pada tanah akan terbentuk menjadi struktur yang lebih mantap. Tanaman mampu memperkecil kerusakan tanah akibat hujan, sehingga unsur hara dapat terjaga dan tersedia bagi tanaman maupun mikroorganisme yang hidup di dalam tanah. Akar tanaman mampu membentuk bidang belah alami pada tanah. Selain itu, akibat tekanan akar tersebut, butir-butir pada tanah akan semakin lekat satu sama lainnya. Daya ikat partikel-partikel tanah akan meningkat. Pada dasarnya, adanya sistem perakaran mempengaruhi pembentukan agregat di dalam tanah. Jika dibandingkan dengan tanah yang tidak ditumbuhi tanaman, agregatnya akan mudah pecah dan strukturnya cenderung tidak mantap.


Dari uraian tersebut, hubungan antara tekstur dan struktur tanah terhadap pertumbuhan tanaman saling berhubungan satu dengan lainnya. Tanpa adanya tekstur dan struktur tanah yang baik bagi tanaman, maka pertumbuhan tanaman kurang berjalan optimal. Sebab, terdapat faktor-faktor yang membatasi pertumbuhan tanaman akibat keadaan tekstur maupun struktur tanah yang kurang menguntungkan. Bila keadaan tekstur dan struktur tanah dalam keadaan mantap, maka faktor-faktor tersebut dapat diatasi. Selain itu, dengan adanya tanaman di atas tanah tampaknya mampu membantu pembentukkan struktur tanah. Hal tersebut diakibatkan oleh adanya sistem perakaran yang terdapat di dalam tanah yang mampu membentuk bidang belah alami. Sehingga, daya ikat tanah semakin meningkat satu sama lainnya.

[sam id=”2″ codes=”true”]

 
Leave a comment

Posted by on June 12, 2011 in Uncategorized

 

Pengertian Kesuburan Tanah

Kesuburan Tanah & Pemupukan

oleh : Ir. Enny Rahayu, MP.

 

PENGERTIAN KESUBURAN TANAH

Kesuburan tanah adalah mutu tanah untuk bercocok tanam yang ditentukan oleh interaksi sejumlah sifat fisika, kimia dan biologi tanah yang menjadi habitat akar-akar aktif tanaman. Tanah yang dapat menyediakan faktor-faktor tumbuh dalam kondisi yang optimum dinyatakan tanah yang subur. Kemampuan tersebut disebut dengan Kesuburan Tanah.

 

Penaksiran 1 (pertama) hanya dapat digunakan untuk mengetahui sebab-sebab yang menentukan kesuburan tanah. Sedangkan penaksiran ke dua (2) hanya dapat mengungkapkan tanggapan tanaman terhadap keadaan tanah yang dihadapinya.

Kesuburan tanah merupakan kemampuan tanah menghasilkan bahan tanaman yang dipanen, maka disebut pula daya menghasilkan bahan panen atau produktivitas.

Ungkapan akhir kesuburan tanah adalah hasil panen, yang diukur dengan bobot kering yang dipungut per satuan luas (ha) dan per satuan waktu (tahun). Dengan menggunakan tahun sebagai satuan waktu untuk hasil panen dapat dicakup variasi keadaan habitat akar karena musim.

Hasil panen tinggi dengan variasi musim kecil menandakan kesuburan tanah tinggi, karena tanah dapat ditanami sepanjang tahun dan dan setiap kali menghasilkan hasilpanen besar.

Hasil panen besar tetapi hanya sekali dalam 1 tahun pada musim yang baik menandakan kesuburan tanah tidak tinggi karena pada musim yang lain tanah tidak dapat ditanami, hal ini karena kekurangan air (lengas tanah) atau sebaliknya ada kelebihan air (water logged), kadar garam larut air meningkat sehingga di atas ambang batas, tanah menjadi sulit diolah, untuk memperoleh struktur tanah yang baik.

Ada 2 pengetian kesuburan tanah yaitu :

  1. Kesuburan tanah aktual yaitu kesuburan tanah asli/alamiah.
  2. Kesuburan tanah potensial yaitu kesuburan tanah maksimum yang dapat dicapai dengan intervensi teknologi yang mengoptimalkan semua faktor tumbuh.

Menurut Indranada, H.K. (1986). Kesuburan tanah ada 3 meliputi :

  1. Kesuburan fisik
  2. Kesuburan kimia dan
  3. Kesuburan biologi

     

  4. Kesuburan fisik

    Tanah dapat dikatakan memiliki kesuburan fisik yang bagus, yaitu jika :

    1. Tanah cukup lunak dan cukup memungkinkan untuk terjadinya perkecambahan dan perkembangan akar yang baik.
    2. Tanah memiliki distribusi ukuran pori yang merata sehingga memudahkan terjadinya gerakan udara maupun air yang menunjang perkembangan akar
    3. Suhu di daerah perakaran harus tetap pada batas-batas tertentu yang tidak berbahaya.

    Kesuburan fisik terdiri dari :

    1. Tekstur dan struktur tanah
    2. Aerasi tanah
    3. Neraca air dalam tanah

       

    4. Tekstur dan Struktur Tanah

      TEKSTUR

      Tekstur tanah adalah perbandingan relatif persen fraksi-fraksi penyusun tanah (fraksi pasir, debu dan lempung), dan dapat menunjukkan kasar halusnya suatu tanah menurut perabaan.

      Fraksi
      tanah adalah sekelompok butir-butir tanah yang mempunyai kisaran tanah yang sama, yang digolongkan menjadi 3 yaitu fraksi pasir debu dan lempung dan klasifikasi sebagai berikut :

      1. Pasir (sand) : 2-0,05mm

      2. Debu () : 0,05 mm-0,002 mm

      3. Lempung (clay) : < 0,002 mm

      Klasifikasi tekstur tanah menurut USDA

      Klas Dsr Tekstur

      1. Kasar :

      1.1. Pasir & pasir bergeluh :

      1.1.1. Pasir

      1.1.2.Pasir bergeluh

      1. 2. Pasir & pasir bergeluh

      1.2.1. Geluh berpasir

      1. 2.2. Geluhberpsr halus

      2. Sedang

      2.1. Geluh

      2.1.1. Geluh berpsr sgt hls

      2.1.2. Geluh

      2.1.3. Geluh berdebu

      2.1.4. Debu

      3. Agak berat
      2. 2.1.Glh lemp berpasir
      2.2.2. Glh berlmp
      2.2.3. Glh lmp berdebu

      4. Halus

      3.1. Lempung

      3.1.1. Lempung berpasir

      3.1.2. Lempung berdebu

      3.1.3. Lempung

      Ciri-ciri dari masing-masing tekstur :

      Tekstur Pasir

      1. Kadar pasir ³ 70%
      2. Bersifat lepas-lepas
      3. Tidak liat dan tidak lekat
      4. Terasa kasar kalau dipilin dan tidak meninggalkan selaput.
      5. Aerasi dan drainase baik
      6. Kemampuan menyerap air dan ion rendah
      7. Ringan bila diolah

        Tekstur geluh/sedang

        1. Mengandung ke 3 fraksi secara se-imbang sehingga sifat-sifatnya terletak diantara 2 tekstur yang ekstrem
        2. Tanah ini yang paling disukai oleh tanaman
        3. Pori makro dan mikro seimbang


          Tanah lempung

        4. Mengandung lempung ³ 35 %
        5. Berat bila diolah
        6. Sangat liat dan lekat
        7. Aerasi dan drainase buruk
        8. Kemampuan mengikat ion dan menyerap air tinggi

        STRUKTUR TANAH

        Adalah sifat tanah yang menyatakan tentang susunan partikel-partikel tanah primer menjadi agregat tanah (PED).

        Struktur Tanah berkaitan dengan :

        1. Pergerakan udara dan air dalam tanah
        2. Perkembangan akar tanaman

        Bahan perekat yang berperan adalah :

        1. Koloid organic
        2. Koloid lempung
        3. Koloid oksida besi dan AL
        4. Kapur (CaCO3)
        5. Gypsum (CaCO3.2H2O)

        Pengamatan struktur tanah dilapangan dilakukan dengan mengamati komponen struktur tanah yaitu :

        1. Bentuk dan susunan agregat, disebut Tipe Tanah
        2. Ukuran (diameter), disebut Kelas Struktur
        3. Kemantapan atau kekuatan agregat disebut Derajat Struktur.

        Tipe dan Kelas Struktur

        1. Tipe lempeng (platy), dibedakan menjadi kelas :
  • Sangat tipis dengan tebal     : < 1 mm
  • Tipis                 : 1 – 2
  • Sedang     : 2 – 5 mm
  • Tebal /Kasar     : 5 – 10 mm
  • Sangat tebal     : > 10 mm
  1. Tipe Tiang (prismatik)
  • Sangat halus     : < 10 mm
  • Halus         : 10 – 20 mm
  • Sedang         : 20 – 50 mm
  • Kasar         : 50 – 100 mm
  • Sangat kasar     ; > 100 mm
  1. Tipe Gumpal (bersudut)
  • Sangat halus     : < 5 mm
  • Halus         : 5 – 10 mm
  • Sedang         : 10 – 20 mm
  • Kasar         : 20 – 50 mm
  • Sangat kasar     : > 50 mm
  1. Tipe Steroid/polyder kersai
  • Sangat halus     : < 1 mm
  • Halus         : 1 – 2 mm
  • Sedang         : 2 – 5 mm
  • Kasar         : 5 – 10 mm
  • Sangat kasar     : > 10 mm
  1. Tipe Tak berstruktur, yang dibedakan menjadi butir tunggal dan masive

Derajat Struktur Tanah

0 : Tak beragregat yaitu pejal dan berbutir tunggal

1 : Lemah, jika tersentuh mudah hancur, yang dapat dibedakan lagi menjadi : sangat lemah dan agak lemah

2 : Sedang, yaitu agregat sudah terbentuk jelas, tapi masih dapat dipisahkan

3 : Kuat, yaitu agregatnya mantap dan jika dipecahkan terasa berketahanan, yang dibedakan lagi atas sangat kuat dan cukup kuat.

Di Laboratorium

Dengan menentukan Berat Jenis (BJ) dan Berat Volume (BV) dan Porositas tanah (n). Berat Jenis : yaitu perbandingan antara berat butir-butir tanah dengan volume butir-butir tanah (gram.cm-3). Berat Volume Tanah : yaitu perbandingan antara berat butir-butir tanah dengan volume bongkah tanah (gr.cm-3). Porositas tanah adalah persen volume total pori dalam tanah, atau volume total pori dibagi volume total tanah dikalikan 100%.

Rumus Porositas :

n = (1 – BV/BJ) x 100 %

Volume pori

n = ————————— x 100 %

volume bongkah tanah

Penilaian Tekstur Dan Struktur Tanah

Penilaian tekstur tanah dapat dengan melihat kelas tekstur nya, dimana tekstur tanah digolongkan menjadi 3 kelas besar yaitu

  1. Kelas tekstur kasar (Pasiran)
  2. Kelas tekstur sedang (Geluhan/Lom)
  3. Kelas tekstur halus (Lempungan)
  1. Kesuburan kimia

    Tanah yang mengandung unsur-unsur hara yang optimum untuk nutrisi tanaman dan tidak terlalu masam ataupun alkalin serta bebas dari unsur-unsur toksik disebut mempunyai kesuburan kimia yang baik.

  2. Kesuburan biologi (hayati)

    Tanah yang memiliki kesuburan biologi yang baik jika :

    1. Tanah memiliki bahan organik tinggi yang menunjang keaneka ragaman hayati di dalam tanah.
    2. Tanah mengandung mikrobia penambat N tinggi.
    3. Tanah mengandung mikrobia penambat P tinggi.

 

Referensi :
Materi Kuliah Kesuburan Tanah dan Pemupukan

 
Leave a comment

Posted by on June 9, 2011 in Uncategorized

 

Hari Buruh Nasional

<p align=”justify”>1 Mei 2011

Hari Buat para Buruh

Tanggal 1 Mei dirayakan di seluruh dunia sebagai Hari Buruh. Ide hari Buruh ini diawali dari Australia, pada tahun 1856 – setelah para buruh berhasil memenangkan perjuangan 8 jam kerja. Dimana sebelumnya mereka bisa bekerja antara 10 – 16 jam per hari, dan selama 6 hari dalam seminggu.

Dalam perayaan Hari Buruh ini tentu lazim disuarakan berbagai kepentingan buruh, seperti :

Kondisi Kerja : masih ada buruh yang bekerja dalam situasi yang berbahaya (rawan kecelakaan, berkaitan dengan zat-zat kimia berbahaya, dll) tanpa perlindungan yang mencukupi. Dikenal juga dengan istilah “Occupational Hazard”.

Hak Asasi Manusia : di berbagai tempat, hak buruh sebagai manusia masih sering tidak dihormati. Contoh: larangan ke kamar kecil pada jam kerja, dll.

Hak Buruh : setelah mengerjakan tugasnya, para buruh memiliki hak-hak tertentu – seperti: digaji sesuai upah minimum atau lebih, digaji tepat waktu, cuti, jam kerja yang manusiawi, dst.

Dari semua ini, sepertinya yang paling populer adalah yang terkait dengan gaji. Tentu saja wajar jika semua orang menginginkan gaji setinggi-tingginya, untuk kesejahteraan hidupnya dan keluarganya. Tapi, apakah gaji adalah satu-satunya cara ?

Di banyak negara, ternyata ada dikenal istilah “social security“. Dikutip dari Wikipedia :

Social security is primarily a social insurance program providing social protection, or protection against socially recognized conditions, including poverty, old age, disability, unemployment and others

Secara ringkas – skema Social Security menjamin bahwa kebutuhan hidup kita & keluarga bisa tetap ada pada kondisi apapun.
Sedangkan gaji bisa hilang secara mendadak sewaktu-waktu karena berbagai sebab — dipecat, perusahaan bangkrut, dll.

Ada sangat banyak contoh sukses dari program Social Security di berbagai negara. Salah satu yang paling terkenal mungkin adalah penulis kisah Harry Potter – JK Rowling.
Rowling hidup sebagai single parent dengan 1 putri sendirian, sambil membuat novel Harry Potter di cafe untuk menghemat biaya perapian – udara Inggris pada musim dingin cukup menusuk tulang, sedangkan menghidupkan perapian untuk menghangatkan badan di rumah bisa menyebabkan tagihan gas / listrik menjadi bengkak. Semua biaya hidup Rowling selama itu ditanggung oleh program Social Security di Inggris – National Insurance.

Akhirnya JK Rowling berhasil mendapatkan penerbit untuk novelnya – dan selanjutnya adalah sejarah. Harry Potter menjadi salah satu seri novel paling populer di dunia. Dan JK Rowling tidak pernah melupakan asal usulnya – dia selalu berusaha membantu mereka yang tidak mampu, dan adalah salah satu pembela program Social Security paling gigih di Inggris.

Kembali ke Indonesia — sebetulnya sejak awal merdeka, program Social Security ini adalah amanat dari UUD 45 dan Pancasila. Kita semua tentu ingat Sila ke 5 dari Pancasila : “Keadilan Sosial bagi seluruh rakyat Indonesia” — Keadilan Sosial = Social Security !

Menarik ya? Wajar saja, karena tentu manusiawi jika kita memiliki ketakutan kehilangan pekerjaan, sehingga gaji kita pun hilang begitu saja.
Namun, tentu kemudian muncul berbagai pertanyaan baru. Salah satunya adalah: darimana kita dapatkan uang untuk mendanai program Social Security ini ?

Sebetulnya tidak perlu cemas, karena Indonesia adalah negara yang sangat kaya raya. Secara lokasi sudah strategis. Lalu ditambah lagi dengan berbagai SDA (Sumber Daya Alam) yang melimpah ruah. Sampai-sampai kita dijajah oleh Belanda karenanya.
Nah, mari kita coba lihat beberapa saja peluang pendanaan untuk program “Keadilan Sosial” ini :

Tambang Emas : Tambang Grasberg di Irian Jaya adalah salah satu tambang terbesar di dunia. Hasil produksinya antara lain adalah tembaga, emas, dan perak. Coba kita lihat hasil produksinya pada tahun 2006 saja :

Tembaga : 610.800 ton x US$ 8100 = US$ 4.947.480.000
Emas : 58.474.392 gram x US$ 38,5 = US$ 22.512.640.920
Perak : 174.458.971 gram x US$ 17,5 = US$ 3.053.031.992

Total : US$ 30.513.152.912, atau (1 US$ = Rp 9.100)
Rp 277.700 Milyar / Tahun

Luar biasa ya? Ternyata memang Indonesia adalah negara yang sangat kaya

Transfer Pricing : Mungkin kita masih ingat kehebohan di media massa beberapa waktu yang lalu seputar oknum pajak bernama Gayus, yang memiliki rekening berisi dana puluhan milyar Rupiah. Well, itu semua jadi kelihatan kecil ketika dibandingkan dengan skema “Transfer Pricing”.

Dikutip dari artikel Iwan Piliang :

“…pada 2009 saja indikasi praktek transfer pricing mencapai seribu tiga ratus triliun rupiah,” tutur Simarmata.

Sebentar coba kita bayangkan angka yang fantastis ini.

Gayus : 35 milyar
Century : 6700 Milyar
Transfer Pricing : Rp 1.300.000 Milyar / Tahun

Tunggakan Pajak : Indonesia surga penggelap pajak. Ketika para buruh dengan patuh membayar pajaknya, langsung dipotong dari gajinya tanpa bisa protes apapun – berbagai orang kaya & perusahaan besar justru menunggak pajak.

Per Februari 2010, tercatat Tunggakan Pajak : Rp 52.000 Milyar / 5 tahun = Rp 10.400 Milyar / Tahun

Dan seterusnya, dan lain-lainnya…. tapi kita hentikan sampai disini dulu saja. Coba kita hitung berapa yang sudah bisa kita kumpulkan dari 3 poin diatas tersebut itu saja ? Total : Rp 1.588.100 Milyar / Tahun

Nah, jika kita ambil data penduduk miskin dari BPS tahun 2009, yaitu 32 juta – oke, kita naikkan saja menjadi 35 juta; maka dari dana sebesar tersebut diatas :

  1. Setiap tahun, masing-masing penduduk miskin bisa mendapatkan tunjangan sebesar : Rp 45.374.285, atau
  2. Setiap bulan, masing-masing penduduk miskin bisa mendapatkan tunjangan sebesar : Rp 3.781.190

WOW ! Ternyata sedemikian kayanya Indonesia, sebetulnya kita bahkan tidak perlu bekerja terlalu susah untuk bisa hidup tenang – malah bisa hidup dengan sejahtera.

Jadi demikian. Mudah-mudahan artikel ini dapat menambah wawasan kita semua, bahwa gaji itu bukan segalanya. Masih ada banyak hal lainnya yang perlu kita perjuangkan – dan dampak positifnya malah bisa jauh lebih besar lagi. Dengan social security / Keadilan Sosial, kita bisa hidup damai tanpa perlu mencemaskan mengenai nafkah keluarga kita di esok hari.</p>

Semoga bermanfaat.

(*) Referensi :
Harga tembaga & produksi Freeport : http://en.wikipedia.org/wiki/Grasberg_mine
Harga emas : http://www.goldprice.org/gold-price-per-gram.html
Harga perak : http://silver-and-gold-prices.goldprice.org
Transfer Pricing : http://ekonomi.kompasiana.com/2010/03/29/sketsa-merampok-ribuan-triliun-melalui-transfer-pricing-pajak-i/
Tunggakan Pajak : http://www.tokohindonesia.com/berita/berita/2010/index.html
Jumlah Penduduk Miskin Indonesia : http://www.antara.co.id/berita/1246449169/bps-penduduk-miskin-indonesia-sebanyak-32-53-juta-jiwa

 
Leave a comment

Posted by on May 1, 2011 in Renungan